Poker Face

Sekali waktu, di salah satu rapat Komisaris telah terjadi perdebatan yang sangat keras antara Komisaris Utama dengan Komisaris lain (yang sebelumnya adalah Komisaris Utama di perusahaan yang sama), sementara saya yang pada saat itu menjabat sebagai Komisaris Independen, diam mendengarkan. 

Ketika keduanya sedang berdiam diri dalam kepanasan hati, saya bicara dengan mengajak kembali ke data dan fakta yang ada, yang mungkin terlupakan atau tidak terlihat oleh mereka, dan memberikan solusi yang sebenarnya sesuai dengan usulan Komisaris yang lain itu. Dan Komisaris Utama mau menerima usul itu, karena tidak bisa mengabaikan data dan fakta yang ada.

Diwaktu berikutnya, ketika saya sedang berdua saja dengan Komisaris Utama, dia menanyakan kenapa saya bisa begitu cool? Saya tidak memberi jawaban untuk pertanyaannya.

Pengalaman puluhan tahun di bank pemerintah, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, dan pengalaman di banyak perusahaan lain setelahnya, serta pengetahuan mengenai negosiasi, membuat saya bukan saja memahami apa itu Poker Face, tetapi juga sudah biasa mempraktekkannya. Tetapi perlu dicatat bahwa saya tidak pernah bermain judi, apalagi yang namanya poker.

Wajah pada orang yang tidak menunjukkan emosi, sering disebut sebagai Poker Face karena dalam permainan poker adalah bodoh untuk menunjukkan sifat emosional yang sangat mungkin mengacaukan permainan judi seseorang. Begitu menurut urban dictionary.