Anda ingin memiliki team yang solid dan memiliki kinerja optimal? Bahkan takut melakukan kecurangan dan loyal kepada Anda sebagai pimpinan? Salah satu caranya, selain menerapkan Deterrent Control, yaitu dengan menerapkan performance appraisal yang baik.
Performance appraisal atau penilaian kinerja yang baik, haruslah dimulai dari menilai kelebihan atau kekuatan dari pegawai itu di bidang kemauan kerja (termasuk karakter pegawai), pengetahuan akan pekerjaan yang selalu up-to-date, dan kemampuan atau keterampilannya dalam bekerja (termasuk habits yang mendukung untuk itu).
Dengan mengidentifikasi kekuatan karyawan, maka karyawan mempelajari tentang area di mana mereka unggul dan lebih banyak tentang area di mana mereka dapat meningkatkan kinerja.
Sewaktu saya dipromosi menjadi pegawai pimpinan di salah satu bank pemerintah pada tahun 1978, saya memiliki beberapa anak buah. Dengan demikian saya harus mengevaluasi kinerja mereka setiap 6 bulan atau minimal setahun sekali. Pada saat itu saya menggunakan metode BARS (Behaviorally Anchored Rating Scales) dengan menilai kelebihannya (credit point) terlebih dahulu, baru kekurangannya.
Akibatnya, bukan saja pegawai mampu melihat di area mana potensi mereka yang bisa dikembangkan, tetapi mereka juga bisa menerima catatan kita mengenai kekurangannya dan biasanya akan termotivasi untuk memperbaiki kekurangan mereka.
Manfaat lainnya sebagai bonus adalah, mereka respek kepada saya sebagai atasan, dan mereka akan dengan senang hati melaksanakan semua perintah saya sebagai atasan. Bukan itu saja,
Saya mendapati bahwa mereka sangat loyal kepada saya sebagai pimpinan. Contohnya, ketika saya dimutasi ke cabang Jayapura, 3 dari anak buah saya di Biro Kredit Perkebunan mengajukan permohonan keluar dari bank tempat kami bekerja, karena mendapat pekerjaan yang lebih baik di luar. Contoh lain, ketika saya dimutasikan dari Kantor Pusat ke Kantor Cabang New York, seorang anak buah saya dari Biro Pengawasan (Internal Audit) mengajukan permohonan pengunduran diri karena mendapat posisi yang sangat baik di bank lain. Ternyata, mereka keluar menunggu saya tidak lagi menjadi pimpinan mereka.
Baca juga tulisan saya di https://robert-tampubolon.blogspot.com/2019/08/apa-deterrent-control-itu.html.
